Harga bawang merah naik sejak April, tapi tidak bertahan lama

Bawang impor jauh lebih murah daripada produk lokal, dan pedagang menyerah

Suara.com – Pembeli di Sumut beralih ke bawang impor dari India setelah harga lokal dan Jawa terus naik menjadi Rp 58.000 hingga Rp 60.000 consistent with kilo.

“Bawang lokal makin mahal, atau paling murah Rp 58.000 consistent with kilo. Jadi kita harus beralih ke bawang impor yang hanya Rp 20.000 – Rp 30.000 consistent with kilo,” kata Lina, warga Tirta Deli, toko makanan. Serdang, Senin (28 Juni 2022).

Meski bawang impor berukuran lebih besar, namun rasa dan aromanya tidak sebagus produk lokal atau Jawa.

Para pedagang menilai kenaikan harga bawang merah karena pasokan dari Jawa tidak mencukupi. Sementara itu, produksi bawang merah lokal masih sedikit. Di sisi lain, bawang merah impor masih dalam jumlah besar.

Baca juga:
Tanpa pembeli, pedagang mengaku tidak tahu mengapa cabai semakin mahal

“Yang bisa saya lakukan, belanja hemat karena semuanya mahal. Cabai merah sudah 130.000 rupiah consistent with kilo,” kata Lina kepada Antara.

Disampaikan Barita Sihite, Kepala Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sumut, harga bawang merah saat ini dalam tren naik.

“Harga bawang merah di pasaran Rp 58.000. Naik terus dari harga biasa Rp 35.000 menjadi Rp 40.000 consistent with kilo,” katanya.

Dia mengatakan, kenaikan harga dipicu oleh meningkatnya permintaan. Yang pasti stok cukup aman untuk kebutuhan rata-rata 4.598 ton consistent with bulan, ujarnya.

Sumut masih mengandalkan Jawa dan impor bawang merah karena produksi lokal tidak cukup untuk memenuhi permintaan di wilayah tersebut.

Baca juga:
Paprika Merah Sumut Sentuh Rp 130.000 consistent with kilogram, ibu-ibu angkat bicara

.

Anda Melihat: Bawang impor jauh lebih murah daripada produk lokal, dan pedagang menyerah