Kelola THR A la Sandwich Generation dengan Bijak

Koalisi Golkar, PPP dan PAN dipandang hanya sebagai alat tawar politik untuk reshuffle kabinet

Suara.com – 3 Koalisi Partai Golkar, PPP dan PAN, Aliansi Indonesia Bersatu, tidak dianggap koalisi dalam kaitannya dengan pemilihan presiden 2024. Koalisi partai dipandang hanya sebagai alat negosiasi politik di tengah menguatnya pemerintahan Jokowi atas reshuffle kabinet.

“Pertemuan pimpinan tiga partai itu sengaja diekspos untuk memberi kesan bahwa itu adalah langkah awal koalisi 2024. Kita patut curiga, tapi bukan itu tujuan pembentukan koalisi ini,” kata ketua dewan. Mochtar Mohamad, Wali Amanat Laskar Ganjar-Puan Dalam keterangannya, Sabtu (5 April 2022). )

Mochtar menduga koalisi lebih cenderung mencari jabatan publik ketika Jokowi merombak kabinetnya. “Bentuk reshuffle kabinet yang baru bisa berupa penambahan nama koalisi,” katanya.

Menurut dia, kecurigaan ini bukannya tidak berdasar. Pasalnya, kata Mokhtar, ketiga parpol tersebut tidak memiliki pendukung yang mumpuni untuk Pilpres 2024.

Baca juga:
Tiga partai dalam koalisi, pengamat: Pertanyaannya, apa arahan dari istana ini?

Mantan Wali Kota Bekasi itu mengatakan, berdasarkan hasil survei terbaru yang dirilis Chartapolitika, misalnya, rata-rata tiga ketua umum Federasi Indonesia Bersatu di bawah 1%. Berbekal fakta tersebut, Mokhtar menilai koalisi tiga partai tersebut bukanlah koalisi untuk Pilpres 2024.

Bahkan, dia memprediksi koalisi hanya akan bertahan seumur hidup tanpa ada magnet atau perekat koalisi yang dimiliki calon presiden dari ketiga partai tersebut. “Ada kemungkinan aliansi semacam ini tidak akan bertahan lama dan bisa bubar di tengah jalan,” katanya.

Risiko yang lebih besar, kata Mochtar, adalah bahwa koalisi mungkin tidak lolos karena berisiko gagal memenuhi ambang batas parlemen. Bahkan, jika presiden jenderal masing-masing partai mengambil langkah yang membahayakan partai, mereka berisiko dicopot dari jabatannya sebelum pemilu.

“Risikonya adalah setiap ketua Partai Koalisi bisa dicopot sebelum pemilihan presiden 2024, karena itu bisa merugikan suara partai,” katanya.

Selain itu, dia juga menyebutkan bahwa koalisi tiga partai hanyalah sebuah mobil kosong, karena pemilih cenderung memilih nama selain partainya sendiri.

Dia menyebut nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi salah satu favorit pemilih dari tiga partai tersebut.

Baca juga:
Tripartit Bentuk Aliansi Indonesia Bersatu, Sekjen PAN: Tidak Ada Pemrakarsa Tunggal

Survei Chartapolitika menunjukkan 26,8% pemilih Golkar, 16,7% pemilih PAN, dan 12% pemilih PPP memilih Ganjar Pranowo. Sementara 24,1% pemilih Golkar, 38,9% pemilih PAN, dan 24,0% pemilih PPP memilih menyerahkan pilihan politiknya kepada Anies Baswedan.

Ikuti Google Berita untuk berita lainnya

.

Anda Melihat: Koalisi Golkar, PPP dan PAN dipandang hanya sebagai alat tawar politik untuk reshuffle kabinet