OJK berterima kasih kepada kinerja ekonomi RI yang tidak terpengaruh oleh meningkatnya ketidakpastian global

OJK berterima kasih kepada kinerja ekonomi RI yang tidak terpengaruh oleh meningkatnya ketidakpastian international

Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berterima kasih kepada kinerja ekonomi negara yang tidak terganggu oleh risiko ketidakpastian international yang masih menghadapi tekanan inflasi yang masih tinggi, dan mendorong sebagian besar negara-negara sentral dunia untuk mengambil kebijakan moneter yang lebih agresif untuk pengetatan perbankan.

Konflik Rusia-Ukraina dan Kekacauan International, kata Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo rantai pasokan Karena lockdown China, terus mendongkrak harga komoditas, terutama harga energi dan pangan.

Meningkatnya inflasi dan pengetatan kebijakan moneter international telah meningkat pendaratan keras sehingga meningkatkan volatilitas di pasar keuangan international dan arus keluar dari pasar keuangan Pasar negara berkembang,” kata Anto dalam keterangan resminya, Kamis, 26 Mei 2022.





Apa pendapat Anda tentang artikel ini?

Namun, menurut dia, kinerja ekonomi domestik tetap tidak berubah. Hal ini terlihat pada rilis produk domestik bruto (PDB) triwulan I 2022 yang terpantau sebesar 5,01% (year-on-year), diikuti dengan peningkatan kinerja sebagian besar emiten pada periode yang sama.

Indikator ekonomi frekuensi tinggi Juga terpantau tetap positif, menunjukkan pemulihan ekonomi yang berkelanjutan. Selain itu, pemerintah juga menaikkan anggaran subsidi energi menjadi Rp 443,6 triliun, tertinggi sepanjang sejarah.

“Namun perlu dicermati tren kenaikan inflasi domestik dan dampak larangan ekspor CPO terhadap kinerja neraca perdagangan Mei 2022,” jelasnya.

Di tengah perkembangan tersebut, pasar keuangan domestik secara umum masih bergejolak dan pasar keuangan international melemah sejalan dengan perilaku risk-off investor.

Hingga 20 Mei 2022, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penurunan harian sebesar 4,3% menjadi 6.918 poin, sejalan dengan dana nonresiden yang mencatatkan outflow sebesar 9,23 triliun rupiah (mtd).

Pasar mtd Surat Berharga Negara (SBN) juga terpantau melemah, dengan rata-rata imbal hasil SBN seluruh jatuh pace meningkat sebesar 42,5bps, sejalan dengan arus keluar SBN sebesar Rp37,81 triliun (mtd) untuk investor nonresiden.

“Pada Mei 2022, web outflow nonresiden dari pasar IHSG dan SBN mencapai Rp47,04 triliun,” pungkas Anto.

(Hus)

.

Anda Melihat: OJK berterima kasih kepada kinerja ekonomi RI yang tidak terpengaruh oleh meningkatnya ketidakpastian international