Tarif Angkot di Balikpapan juga naik karena BBM, penetapan resmi berdasarkan SK

SuaraKaltim.identity – Dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) beberapa waktu lalu dirasakan para pengemudi Angkutan Kota (Angkot) yang berharap tarif angkot disesuaikan. Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) memberlakukan tarif baru.

Elvin Junaidi, Direktur Dinas Perhubungan Kota Balikpapan, mengatakan kebijakan kenaikan tarif tersebut diresmikan sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Wali Kota Balikpapan dan sudah dilaksanakan sepekan lalu.

“Kebijakan kenaikan tarif angkutan umum ditetapkan berdasarkan SK walikota dan dilaksanakan seminggu yang lalu,” katanya, diterbitkan Jumat (23 September 2022) dari Inibalikpapan.com–Jaringan Suara.com.

Lebih lanjut dia menambahkan, kenaikan tersebut sudah berdasarkan rumus perhitungan. Kebijakan kenaikan harga BBM.

Baca juga:Meski diguyur hujan, kerumunan di depan patung kuda itu tetap melakukan salat berjamaah

“Tarif angkutan umum naik Rp 500 menjadi Rp 1.000 dari tarif semula yang dihitung berdasarkan hasil. Oleh karena itu, dengan kenaikan harga BBM, akan ada penyesuaian biaya transportasi,” jelasnya.

Dia menambahkan, pengemudi angkutan umum menyambut baik kenaikan tarif angkutan umum.

“Alhamdulillah, angkutan umum sudah merangkul dan berjalan lancar,” ujarnya.

Pada saat yang sama, kenaikan harga BBM juga menjadi sorotan publik dan menimbulkan professional dan kontra. Salah satunya adalah Organisasi Transportasi Darat (Organda) Balikpapan yang mengklaim kebijakan tersebut akan membantu perekonomian para pengemudi Angkor.

“Agar hal itu tidak terjadi, pemerintah harus memperhatikan pengemudi Hongguo, misalnya mereka bisa mendapatkan subsidi khusus,” tambah Muba Yahya, presiden Balikpapan Group.

Baca juga:Protes menentang sorak-sorai, massa meneriakkan “Sambo – Sambo Raja Teror”

Menurut dia, kenaikan harga BBM bisa membuat masyarakat beralih ke angkutan umum ketimbang mobil pribadi.

.

Anda Melihat: Tarif Angkot di Balikpapan juga naik karena BBM, penetapan resmi berdasarkan SK